Waspada, Ini Alasan Gelombang Panas Bisa Membunuh Begitu Cepat

Kamis, 21 Juli 2022 - 20:04 WIB
loading...
Waspada, Ini Alasan Gelombang Panas Bisa Membunuh Begitu Cepat
Pekan ini bumi belahan Utara mengalami panas yang sangat terik, bahkan beberapa bagian wilayah Inggris suhu mencapai 140 derajat Fahrenheit atau 40 derajat Celcius pada Selasa 19 Juli 2022. Foto/Indianexpress
A A A
LONDON - Pekan ini bumi belahan Utara mengalami panas yang sangat terik , bahkan beberapa bagian wilayah Inggris suhu mencapai 140 derajat Fahrenheit atau 40 derajat Celcius pada Selasa 19 Juli 2022. Gelombang panas ini bukan hanya membuat tidak nyaman, juga telah menyebabkan 1.169 kematian di Spanyol dan Portugal.

Angka kematian ini mengingatkan kembali pada gelombang panas Eropa pada tahun 2003 yang menyebabkan 14.802 orang meninggal karena hipertermia. Menurut Richard Keller, profesor sejarah medis dan bioetika Universitas Wisconsin-Madison, sebagian besar korban adalah orang tua yang tinggal sendirian di gedung apartemen tanpa pendingin ruangan (AC).

Lalu, bagaimana gelombang panas bisa membunuh begitu cepat? Ternyata, ketika suhu tubuh naik terlalu tinggi, semua organ dalam rusak Usus membocorkan racun ke dalam tubuh, sel-sel mulai mati, dan respons peradangan yang menghancurkan.

Menurut artikel 2014 di jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise, bagian dari bahaya kematian terkait gelombang panas adalah seberapa cepat proses itu bisa terjadi. Orang yang lebih tua lebih berisiko, seringkali karena sistem kardiovaskular mereka kurang tahan terhadap ketegangan akibat panas berlebih.

Baca juga; BMKG Tegaskan Panas Terik Beberapa Hari Terakhir Bukan Gelombang Panas

Tetapi dalam suhu yang cukup ekstrem, bahkan orang muda yang sehat secara fisik dapat menyerah dengan cepat. Salah satu korban gelombang panas di Phoenix pada tahun 2017 adalah seorang pelatih pribadi yang sedang bersepeda gunung bersama teman-teman pada hari ketika suhu akan melonjak hingga 118 Fahrenheit atau 47,7 derajat Celcius.

Menurut Keller penyebab kematian akibat panas tubuh yang berlebihan dalam istilah medis disebut hipertermia. Fase pertama adalah kelelahan karena panas, suatu kondisi yang ditandai dengan keringat yang banyak, mual, muntah, dan bahkan pingsan.

Denyut nadi berpacu, dan kulit menjadi lembap. Kram otot bisa menjadi tanda awal kelelahan akibat panas. Kelelahan akibat panas dapat diatasi dengan pindah ke tempat yang sejuk, melonggarkan pakaian, dan mengoleskan waslap basah yang dingin ke tubuh.

Ketika orang dengan kelelahan akibat panas tidak dapat menemukan kesejukan, kondisi mereka dapat dengan cepat menurun akibat serangan panas. Kondisi ini terjadi ketika suhu tubuh inti seseorang naik di atas 104 Fahrenheit atau 40 derajat Celcius.

Baca juga; Gelombang Panas Kepung Inggris, Kebakaran Hutan di London Makin Membara
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1699 seconds (10.177#12.26)